Menyiapkan Diri Menjadi Tenaga Profesional Sektor Bisnis dan Industri untuk Menghadapi Tantangan Era Globalisasi
PENGANTAR Sebutan “profesional” sudah sangat populer dan sudah umum diucapkan orang, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Banyak pula orang yang merasa dirinya “profesional” dan menyebut di muka umum bahwa dirinya seorang profesional dalam bidangnya. Siapakah sebenarnya orang yang bisa disebut profesional? Apakah sebutan profesional terkait dengan jenis pekerjaan (profesi) yang dijalani seseorang, atau justru ada persyaratan lain? Lalu apa pula itu profesionalisme dan apa kriteria atau syarat untuk bisa disebut sebagai seorang profesional? Melalui tulisan ringkas ini saya akan berusaha memberikan penjelasan tentang profesional dan profesionalisme yang disusun mengikuti sub-sub topik di bawah ini. Definisi Profesional dan Profesionalisme Kriteria atau Karakteristrik Profesionalisme Untuk apa harus mencapai status profesional? Bagaimana mengembangkan profesionalisme. Contoh-contoh dan rujukan yang saya berikan akan lebih banyak dari sektor bisnis dan industri sesuai dengan profesi dasar dan latar belakang pendidikan saya. SIAPA ITU TENAGA PROFESIONAL? Bulan Juni tahun 1990 atau hampir 27 tahun lalu, Suharsono Sagir SE, Dosen FE UNPAD, pernah menulis tentang tenaga profesional dalam majalah Manajemen No. 69, dan memberikan definisi sebagai berikut: “Tenaga kerja profesional adalah buruh plus kemampuan profesional, yang dalam jajaran organisasi biasanya disebut tenaga staf (?)”, sedangkan yang disebut buruh adalah “mereka yang hidup dari menjual jasa”. Jadi saat itu Sagir hanya menganggap bahwa yang dimaksud dengan tenaga profesional adalah tenaga kerja yang menjual jasa sebagai pekerja/buruh (karyawan) pada perusahaan atau organisasi lainnya yang: mempunyai keahlian...
Read More

