Day: April 21, 2017

Menyiapkan Diri Menjadi Tenaga Profesional Sektor Bisnis dan Industri untuk Menghadapi Tantangan Era Globalisasi

  PENGANTAR Sebutan “profesional” sudah sangat populer dan sudah umum diucapkan orang, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Banyak pula orang yang merasa dirinya “profesional” dan menyebut di muka umum bahwa dirinya seorang  profesional dalam bidangnya. Siapakah sebenarnya orang yang bisa disebut profesional? Apakah sebutan profesional terkait dengan jenis pekerjaan (profesi) yang dijalani seseorang, atau justru ada persyaratan lain? Lalu apa pula itu profesionalisme dan apa kriteria atau syarat untuk bisa disebut sebagai seorang profesional? Melalui tulisan ringkas ini saya akan berusaha memberikan penjelasan tentang profesional dan profesionalisme yang disusun mengikuti sub-sub topik di bawah ini. Definisi Profesional dan Profesionalisme Kriteria atau Karakteristrik Profesionalisme Untuk apa harus mencapai status profesional? Bagaimana mengembangkan profesionalisme. Contoh-contoh dan rujukan yang saya berikan akan lebih banyak dari sektor bisnis dan industri sesuai dengan profesi dasar dan latar belakang pendidikan saya.   SIAPA ITU TENAGA PROFESIONAL? Bulan Juni tahun 1990 atau hampir 27 tahun lalu, Suharsono Sagir SE, Dosen FE UNPAD, pernah menulis tentang tenaga profesional dalam majalah Manajemen No. 69, dan memberikan definisi sebagai berikut: “Tenaga kerja profesional adalah buruh plus kemampuan profesional, yang dalam jajaran organisasi biasanya disebut tenaga staf (?)”, sedangkan yang disebut buruh adalah “mereka yang hidup dari menjual jasa”. Jadi saat itu Sagir hanya menganggap bahwa yang dimaksud dengan tenaga profesional adalah tenaga kerja yang menjual jasa sebagai pekerja/buruh (karyawan) pada perusahaan atau organisasi lainnya yang: mempunyai keahlian...

Read More

Sekali Lagi Tentang K.P.I – Bagaimana Sebenarnya Cara Menggunakan Key Performance Indicators dalam Pembuatan Rencana Kerja.

Pengantar – Peran Key Performance Indicators (KPI) Dalam Implementasi Sebuah Strategi Hampir semua korporasi yang telah menerapkan manajemen modern telah biasa merumuskan strategi yang mencakup tujuan yang ingin mereka capai dalam jangka panjang dan menengah dengan penuh perhitungan dan dengan pemikiran mendalam, sehingga biasanya merupakan sebuah “masterpieces” yang tidak dapat dicela. Korporasi-korporasi dan institusi tersebut memang sangat piawai dalam merumuskan strategi mereka, tapi sayangnya banyak juga yang tidak sukses mengimplementasikan strategi yang telah mereka rumuskan itu karena tahap implementasi atau eksekusi tersebut tidak pernah mereka pikirkan dengan serius dan konsisten. Bila kemudian hal itu ditambah oleh absennya kepemimpinan yang kuat maka sebuah strategi akan gagal atau terhambat saat diimplementasikan dan akhirnya, seperti yang pernah saya saksikan pada sejumlah korporasi dan institusi, hanya menjadi pajangan atau isi rak-rak dokumen di kantor pusat mereka yang ditutupi debu halus. Saat sebuah strategi telah selesai dirumuskan, salah satu dari tugas yang harus dilakukan oleh manajemen puncak adalah mengembangkan tujuan jangka panjang menjadi tujuan-tujuan jangka menengah lalu akhirnya menjadi tujuan kinerja jangka pendek yang relevan, termasuk menetapkan beberapa indikator untuk mengukur tiap tujuan yang harus dicapai. Setelah itu semua selesai, pekerjaan yang biasanya terlupa untuk dilaksanakan padahal paling penting adalah melakukan cascading* yaitu membagikan dan menurunkannya kepada jajaran-jajaran di bawah level manajemen puncak sampai ke jajaran satuan kerja terbawah untuk dieksekusi/dilaksanakan. Yang diperlukan untuk tahap final ini adalah sebuah metodologi yang tepat untuk memecah dan menurunkan...

Read More

Post by Date

April 2017
MTWTFSS
« Mar  
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 38 other subscribers

%d bloggers like this: